Bukan karena satu tindakan besar.
Bukan karena keputusan yang terang-terangan salah.
Tapi karena langkah-langkah kecil yang kita tidak periksa.
Sedikit demi sedikit...
sedikit kompromi
sedikit justifikasi
Kita seringkali mengatakan,
“Ah, cuma gini aja kok.”
“Ini kan bukan dosa.”
Perlahan, kita membentuk tuhan menurut keinginan dan kebutuhan kita.
Dan perlahan juga, kita terbiasa menciptakan kebenaran sendiri.
Sikap hidup yang dulu kita jaga,
pelan-pelan bergeser.
Nilai yang dulu kita pelihara,
tidak lagi dirasa berguna.
Iman memang tidak hilang dalam satu malam.
Ia luntur perlahan-lahan tanpa kita sadar.
Semua diawali dari 'pembenaran' kecil
yang tidak kita lawan.
karena keinginan yang tak pernah dipertanyakan,
karena suara dunia yang lebih kita dengar daripada Roh di dalam dada.
Kita masih merasa dekat Tuhan,
padahal kita sudah jauh,
dan terus berjalan menjauh.
Kita masih bicara tentang Dia.
Tapi langkah kita tidak lagi tertuju pada Dia.
Semoga kita tidak lagi menganggap remeh,
hal-hal kecil yang dianggap biasa.
Sebab yang paling halus,
seringkali yang paling berhasil menyusup.
Menyamar sampai terlihat benar.
Seperti ular yang masuk taman,
bukan dengan teriakan, tapi lewat bisikan.
Mungkin bukan karena kita tidak tahu,
tapi karena terbiasa membiarkan yang kita tahu
Tanpa sadar,
kita pun mengizinkannya tinggal.
Santi Konanjaya
Feel free to share your story or thoughts in the comments.