(Selalu Kembali, Selalu Percaya, Selalu Mencintai)
Misi Ilahi
Ada sesuatu akhir-akhir ini sering kembali ke batinku:
bahwa hidup ini bukan sekadar dijalankan,
tapi diutuskan.
Setiap pertemuan, percakapan, bahkan hal-hal sederhana yang tampak biasa,
sebenarnya adalah bagian dari misi Ilahi,
misi yang Tuhan titipkan untuk dinyatakan lewat hidupku.
Aku mulai melihat bahwa misi itu tidak selalu hadir dalam bentuk besar,
Kadang ia hanya berupa mendengar dengan kepenuhan hati.
Tapi justru di sanalah Kristus bekerja, melalui cara-cara yang lembut dan tidak mencolok.
Yang kuperlukan hanya menjawab dengan kerendahan hati, atau memilih diam ketika dunia menuntut reaksi.
Hidup dalam misi Ilahi untukku berarti belajar menghadirkan-Nya di setiap ruang, di setiap napas kehidupan.
Menjadi terang bukan karena ingin terlihat, tapi karena terang itu sudah menyala di dalam diri.
Bukan karena aku, tapi Dia yang mempercayakan misi-Nya untuk kuhidupi.
Aku mulai memahami,
posisiku bukan lagi di tempat menunggu, tapi di dalam perjalanan bersama-Nya,
di dalam proses memenuhi rencana besar-Nya.
Aku sudah ditebus, dan aku diutus,
untuk memancarkan kasih-Nya di tengah dunia yang sudah kehilangan banyak kasih,
menjadi bukti kecil dari Kebenaran yang hidup.
Menjalani misi Ilahi bukan tentang seberapa banyak yang kulakukan,
tetapi seberapa taat aku berjalan di dalam rencana-Nya.
Dan di tengah segala kebisingan dunia,
aku ingin terus mengingat:
hidupku bukan milikku sendiri.
Aku diutus untuk mencerminkan Siapa yang mengutus,
agar lewat hidupku, Kristus dinyatakan.
Santi Konanjaya