Let’s Agree To Disagree

Ketika seseorang memilih diam daripada berbeda.
Memilih berkata “iya”, meski hatinya mendua.

Bukan semata karena sepakat,
tapi karena takut kehilangan tempat.
Takut disangka tidak kompak,
takut tidak lagi dianggap.

Lama-lama,
ia lupa suaranya sendiri,
ia lupa jati diri,
ia lupa rasanya menjadi diri sendiri.

Mengapa perbedaan dihindari?
Perbedaan bukan tanda perselisihan.
Bukan bukti tidak adanya pengertian dan kasih sayang.

Perbedaan bisa jadi tempat kita belajar,
mengkonfirmasi identitas diri,
menyepakati bahwa tidak ada manusia yang identik

Mari, saling menerima tanpa harus sama.
Karena cinta tidak butuh seragam.

Santi Konanjaya

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Catatan kecil dari yang memilih tinggal di kedalaman

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca